Kamis, 22 Januari 2009

Israel Kalah Telak Di Palestina ( 8:0 untuk Palestina )


Memasuki Hari ke-22 kemarin Israel resmi mengangkat bendera gencatan senjata (baca:menyerah) target mereka untuk menaklukkan Gaza. Media Israel menyebutkan delapan target Israel yang gagal dicapai dalam agresinya di Jalur Gaza.

1. Kegagalan menghentikan serangan roket
Tujuan utama agresi Israel adalah menghentikan serangan roket Palestina ke Israel. Namun media Israel dan publik Israel masih menyebutkan bahwa gerakan Hamas masih memiliki senjata roket dan pelontarnya. Padahal roket itu masih mengganggu Israel. mereka mempertanyakan bagaimana jika Hamas masih menyerang permukiman Israel dengan roket-roketnya.

2. Gencatan senjata karena tidak berdaya
Indikasi kekalahan Israel dalam agresinya ke Jalur Gaza terbukti dengan gencatan senjata yang dilakukan Israel. Media Israel menyebut bahwa gencatan senjata itu dilakukan Israel karena ketidakberdayaan dan bukan karena kekuatan. Mereka mengisyaratkan bahwa ini bukti kekalahan psikologis dan militer bagi Israel dalam menghadapi perlawanan Palestina. Karenanya, gencatan senjata yang dinyatakan Israel tidak ada gunanya.

3. Shalit masih ditawan

Target lain yang tidak bisa dicapai Israel dalam agresi ini adalah membebaskan serdadu mereka yang ditawan perlawanan Palestina di Jalur Gaza yakni Gilad Shalit. Media Israel dan pakar menyebutkan bahwa Shalit masih ditawan oleh Hamas. ini sebagai bukti kegagalan intelijen Israel dalam mencari keberadaan Shalit. Bahkan untuk memperoleh informasi keberadaan saja tidak berhasil.

4. Israel mendapat pukulan keras

Di sisi lain, citra Israel mengalami pukulan keras dari dunia yang melihat semakin jelas bahwa “Israel negara penjahat” yang menggunakan senjatanya tidak pada tempatnya serta melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab. Dunia juga melihat bahwa Israel melanggar seluruh hak-hak, konvensi internasional yang seharusnya dijaga oleh Israel dalam peperangan.


5. Hubungan tegang dengan Turki

Para pengamat Israel dan pakar media menyebut bahwa hubungan Israel dengan berbagai pihak semakin terancam hancur. Seperti dengan Turki, yang jelas menuding Israel sebagai penjahat perang dan memberikan simpati besarnya terhadap rakyat Palestina terutama kaum sipil di sana. Selain kedutaan Israel dibeberapa negara ditutup, hmm..tamparan keras yang memilukan. Ha..ha..diusir mentah-mentah lu..!!!

6. Kejahatan perang Israel
Sosok Israel semakin jelas setelah agresi ke Jalur Gaza; sosok penjahat perang. Di perkirakan dalam masa-masa dekat ini elit Israel akan menghadapi dakwaan kejahatan perang di mahkamah internasional. Sebab militer Israel melakukan aksi brutal dengan berbagai jenis serangan, menghancurkan rumah-rumah yang ada penghuninya, menghancurkan satu keluarga penuh, membombardir perkampungan sipil dengan bom fosfor, bom curah (cluster), uranium dan lain-lain.

7. Membidik sipil Palestina
Para pakar Israel menyebutkan bahwa militer Israel membidik warga sipil Palestina yang sama sekali tidak terlibat dalam peperangan secara disengaja.

8. Hamas mampu mengaku menang
Media Israel menegaskan bahwa kegagalan militer Israel terbukti bahwa Hamas masih mampu mengaku menang sebab target Israel tidak tercapai seperti yang dicanangkan oleh militer Israel, Olmert, dan Barack serta para antek-anteknya.

Dalam hal ini, bukti jelas bahwa kejayaan umat tidak dicapai oleh jumlah tentara dan massa yang banyak. Hamas, Jihad Islam dan faksi faksi perlawanan lainnya yang bersatu melawan Israel sangat mengutamakan kekuatan 'langit' dalam perang ini. Dan terbukti sukses besar para Mujahidin di Iraq dan Afghanistan yang membuat tanah mereka menjadi kuburan bagi tentara AS terulang di Palestina.

Israel boleh membantai 1000 lebih rakyat Palestina. Tapi ketahuilah pembantaian mereka tidak lebih dari sebuah ekspresi kepanikan dan kepengecutan dari rasa kewalahan, kecapekan, kebingungan, ketololan dan kepanikan juga kepecundangan mereka karena tidak bisa mengimbangi perang kota dengan Hamas dan koalisinya bersama Jihad Islam dan lain sebagainya.

Dengan tegas Brigade Al Quds sayap militer Jihad Islam menyatakan telah membunuh 300 lebih tentara israel, dan itu belum termasuk data data dari Brigade Izzudin Al Qassam sayap militer Hamas dan lainnya. dalam hal ini kita harus sepakat penyerangan habis lebih efektif karena mengenai sasaran dan sangat profesional karena tidak melanggar hukum internasional (yang di buat di konferensi thagut venezuela) apa lagi hukum syariat islam karena murni menyerang tentara israel. Sedangkan Israel dengan sangat sengaja menyerang rakyat sipil bahkan menggunakan zat kimia dalam invasinya.

Mundurnya Israel dari perang ini telah mengulangi sejarah Hizbullah di 2006 lalu. Sekali lagi dengan bantuan Allah kita bisa merasakan (walau belum tentu sama persis) apa yang terjadi diperang Badar ketika Allah menunjukkan kebesaranNya dengan mengizinkan 300 Mujahidin mengalahkan 3000 tentara kafir.


Sewun, IKT AK


Tidak ada komentar: